SEJARAH HINDU BUDHA: KERAJAAN TARUMANAGARA


 RESUME 
SEJARAH PENGARUH HINDU-BUDDHA 
Dosen Pengampu : Dedi Asmara, S.S, M.Hum 
( KERAJAAN TARUMANAGARA ) 
Penyusun
Rhamanda Yudha 
2510007722005
 
Resume Kerajaan Tarumanagara
 
I. Pengenalan dan Lokasi
 
Berdasarkan buku Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 2 karya Dr. R. Soekmono serta Sejarah Nasional Indonesia karya R.P. Soejono, Kerajaan Tarumanagara dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Indonesia yang bercorak Hindu, yang berkembang di wilayah Jawa Barat. Nama "Tarumanagara" tercatat baik dalam sumber prasasti lokal maupun catatan sejarah dari Tiongkok. Kerajaan ini diperkirakan berdiri sekitar abad ke-4 hingga ke-7 Masehi, dengan pusat pemerintahan yang diperkirakan berada di sekitar daerah Bogor dan Bekasi saat ini.
 
II. Sumber Sejarah Utama
 
1. Prasasti: Menurut R.P. Soejono dan Dr. R. Soekmono, sumber utama mengenai Tarumanagara berasal dari tujuh buah prasasti yang ditemukan di Jawa Barat, yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Prasasti-prasasti ini, seperti Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Jambu, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Tugu, Prasasti Pasir Awi, dan Prasasti Cidanghiang, merupakan bukti fisik yang sangat berharga. Pada beberapa prasasti, terdapat gambar telapak kaki raja yang disamakan dengan telapak kaki Dewa Wisnu, yang melambangkan kekuasaan dan perlindungan ilahi.
2. Catatan Asing: Dalam buku Nusantara Zaman Pengaruh Hindu-Buddha karya Hera Hastuti, disebutkan bahwa catatan dari bangsa Tiongkok (seperti catatan pendeta Fa-Hien pada tahun 414 M dan catatan dinasti Sui serta Tang) juga memberikan informasi penting tentang keberadaan "To-lo-mo" (Tarumanagara) sebagai negara yang memiliki hubungan dagang dengan Tiongkok.
 
III. Masa Pemerintahan Raja Purnawarman
 
Dr. R. Soekmono menekankan bahwa puncak kejayaan Tarumanagara terjadi pada masa pemerintahan Raja Purnawarman. Beliau adalah raja yang paling terkenal dan banyak meninggalkan prasasti. Raja Purnawarman digambarkan sebagai raja yang gagah berani, adil, dan berkuasa penuh. Dalam prasasti-prasastinya, beliau sering disamakan dengan tokoh-tokoh legendaris India seperti Dasarata dan Kartavirya, menunjukkan pengaruh budaya India yang kuat namun diadaptasi dalam konteks lokal.
 
IV. Kehidupan Ekonomi dan Infrastruktur
 
Menurut R.P. Soejono, kehidupan ekonomi Tarumanagara cukup maju. Hubungan dagang dengan luar negeri, terutama Tiongkok dan India, berjalan lancar. Komoditas perdagangan kemungkinan besar meliputi hasil bumi seperti rempah-rempah, kayu, dan hasil laut.
Hera Hastuti menambahkan bahwa salah satu bukti kemajuan infrastruktur pada masa ini adalah pembangunan saluran air atau kanal yang disebut Gomati. Berdasarkan Prasasti Tugu, Raja Purnawarman memerintahkan penggalian saluran air sepanjang kurang lebih 6.112 tombak (sekitar 11-12 km) dalam waktu 21 hari untuk mengairi sawah dan mencegah banjir. Proyek ini menunjukkan kemampuan manajemen tenaga kerja dan perhatian kerajaan terhadap kesejahteraan rakyat melalui sektor pertanian.
 
V. Kehidupan Sosial dan Agama
 
Berdasarkan ketiga referensi tersebut, masyarakat Tarumanagara menganut agama Hindu, khususnya aliran Siwa. Hal ini terlihat dari penggunaan istilah-istilah Hindu dan penyamaan raja dengan dewa-dewi Hindu dalam prasasti. Struktur masyarakat kemungkinan besar sudah teratur dengan raja sebagai pemimpin tertinggi yang didukung oleh para pejabat dan kaum Brahmana.
Dr. R. Soekmono juga menyebutkan bahwa adanya hukuman bagi pelaku kejahatan (seperti yang tercantum dalam salah satu prasasti) menunjukkan bahwa sistem hukum sudah diterapkan untuk menjaga ketertiban sosial.
 
VI. Keruntuhan dan Warisan
 
Menurut Hera Hastuti dan R.P. Soejono, sekitar abad ke-7 Masehi, pengaruh Tarumanagara mulai menurun. Salah satu faktornya diperkirakan adalah munculnya Kerajaan Sriwijaya di Sumatera yang semakin kuat dan menguasai jalur perdagangan, serta kemungkinan adanya perpecahan internal atau migrasi penduduk. Sebagian sisa keluarga kerajaan Tarumanagara diperkirakan pindah ke arah timur dan mendirikan Kerajaan Sunda atau berasimilasi dengan kerajaan lain.
Meskipun demikian, warisan Tarumanagara sangat besar bagi sejarah Indonesia, khususnya sebagai bukti awal adanya pemerintahan yang teratur dan interaksi budaya yang intensif antara Nusantara dengan India, yang menjadi dasar perkembangan kebudayaan di wilayah Jawa Barat dan Indonesia secara umum.
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMPULAN NASKAH MENDONGENG FLS3N 2026 UNTUK JENJANG SD

NASKAH PANTOMIM FLS3N 2026 UNTUK SDN 21 PAYAKUMBUH

NASKAH PANTOMIM FLS3N 2026 UNTUK SDN 16 PAYAKUMBUH