SEJARAH ASIA TIMUR : "SISTEM POLITIK ISOLASI TIONGKOK DAN JEPANG MASA KUNO
RESUME
DOSEN PENGAMPU :
Adi Priyanto, S.E, M.Pd
Penyusun :
Rhamanda Yudha Pratomo
NIM : 2510007722005
SISTEM POLITIK ISOLASI TIONGKOK DAN JEPANG MASA KUNO
1. ISOLASI DI TIONGKOK
Istilah: Kebijakan Haijin (Larangan Berlayar).
Latar Belakang:
Diterapkan terutama pada masa Dinasti Ming dan Qing. Tujuan utamanya adalah untuk melindungi wilayah pesisir dari serangan bajak laut dan mencegah pemberontakan dari luar. Selain itu, dilandasi oleh pemikiran Sinosentrisme, yaitu pandangan bahwa Tiongkok adalah pusat peradaban dunia ("Kerajaan Tengah") yang memiliki segala kekayaan dan tidak bergantung pada negara lain.
Bentuk Kebijakan:
- Rakyat dilarang keras membuat kapal besar dan berlayar ke luar negeri.
- Perdagangan dengan bangsa asing sangat dibatasi.
- Hubungan luar negeri hanya diizinkan melalui sistem Upeti, di mana negara lain harus datang menghormati kaisar dan memberikan hadiah, baru kemudian diizinkan berdagang dalam skala kecil.
- Hanya pelabuhan tertentu yang dibuka, seperti Kanton.
Dampak:
Secara positif menjaga stabilitas dan budaya, namun secara negatif membuat Tiongkok tertinggal dalam teknologi maritim dan perkembangan dunia luar.
2. ISOLASI DI JEPANG
Istilah: Kebijakan Sakoku (Negara Terkunci).
Latar Belakang:
Diterapkan pada masa Keshogunan Tokugawa (sekitar tahun 1633–1853). Alasan utamanya adalah kekhawatiran Shogun terhadap penyebaran agama Kristen yang dibawa oleh bangsa Portugis dan Spanyol, yang dianggap dapat memecah belah persatuan dan menentang sistem feodal. Selain itu, untuk mencegah campur tangan politik asing.
Bentuk Kebijakan:
- Pintu negara ditutup rapat. Warga Jepang dilarang keluar negeri, dan orang asing dilarang masuk dengan ancaman hukuman mati.
- Hanya dua negara yang diizinkan berdagang, yaitu Tiongkok dan Belanda.
- Para pedagang asing tersebut tidak boleh masuk daratan, mereka hanya boleh berdagang di sebuah pulau kecil buatan bernama Deshima di pelabuhan Nagasaki.
Dampak:
- Jepang mengalami masa damai yang panjang selama 200 tahun (Pax Tokugawa).
- Budaya dan seni berkembang pesat di dalam negeri.
- Ilmu pengetahuan dari Barat (Rangaku) tetap bisa masuk meski sangat terbatas melalui orang Belanda.
- Jepang menjadi tertinggal dalam teknologi militer modern dunia, hingga akhirnya dipaksa membuka diri oleh kapal perang Amerika pada tahun 1853.
Referensi:
Prasetiyo, Wiwied, Yanto, Andri, & Adams, Sony. Sejarah Asia Timur.
Komentar
Posting Komentar