SEJARAH ASIA TIMUR : "KODE ETIK BUSHIDO"
DOSEN PENGAMPU :
Adi Priyanto, S.E, M.Pd
Penyusun :
Rhamanda Yudha Pratomo
NIM : 2510007722005
KODE ETIK BUSHIDO
1. Pengertian
Bushido berasal dari kata Bushi (Prajurit/Samurai) dan Do (Jalan/Jalan Hidup). Jadi, Bushido berarti "Jalan Sang Prajurit".
Bushido bukanlah peraturan tertulis yang kaku, melainkan seperangkat kode moral, norma, dan filosofi hidup yang dipegang teguh oleh kaum Samurai di Jepang. Ajaran ini merupakan perpaduan dari tiga aliran pemikiran:
- Zen Buddhisme: Mengajarkan ketenangan jiwa dan penerimaan terhadap kematian.
- Konfusianisme: Mengajarkan etika sosial, hierarki, dan keadilan.
- Shinto: Mengajarkan kesetiaan dan cinta tanah air.
2. Tujuh Nilai Utama Bushido
Inti dari Bushido terdapat pada 7 kebajikan yang harus dimiliki setiap Samurai:
1. Gi (義 - Keadilan)
Bertindak jujur dan benar. Samurai tidak ragu membedakan benar dan salah.
2. Rei (礼 - Sopan Santun)
Bersikap hormat kepada semua orang, memiliki tata krama, dan tidak bertindak kasar sembarangan.
3. Chi (智 - Kebijaksanaan)
Selalu belajar dan berakal budi. Kekuatan fisik harus dibarengi dengan kecerdasan.
4. Shin (信 - Kejujuran)
Menepati janji. Apa yang dikatakan harus dilakukan, tidak ada dusta dalam perkataan.
5. Meiyo (名誉 - Kehormatan)
Martabat dan nama baik adalah segalanya. Kehormatan lebih penting daripada nyawa.
6. Chugi (忠義 - Loyalitas)
Kesetiaan mutlak kepada tuan (Daimyo) dan negara sampai titik darah penghabisan.
7. Jin (仁 - Kebaikan Hati)
Memiliki belas kasih. Kekuatan digunakan untuk melindungi yang lemah dan melakukan kebaikan.
3. Konsep Kehormatan dan Kematian
Bagi penganut Bushido, Kehormatan adalah hal paling utama. Hidup tanpa kehormatan dianggap tidak ada artinya.
- Seppuku (Harakiri): Jika seorang Samurai gagal menjalankan tugas, dipermalukan, atau ingin mempertanggungjawabkan kesalahan, mereka melakukan ritual bunuh diri dengan membelah perut. Ini dianggap sebagai tindakan berani tertinggi untuk membersihkan nama baik dan menanggung rasa malu.
- Pandangan bahwa kematian adalah hal yang wajar dan harus dihadapi dengan tenang, bukan ditakuti.
4. Dampak dan Pengaruh
Meskipun era Samurai sudah berakhir, nilai-nilai Bushido masih melekat kuat dalam budaya Jepang modern, terlihat dari:
- Etos kerja yang tinggi dan disiplin.
- Sikap sopan santun masyarakat.
- Semangat pantang menyerah dalam berbagai bidang kehidupan.
Referensi:
Prasetiyo, Wiwied, Yanto, Andri, & Adams, Sony. Sejarah Asia Timur.
Komentar
Posting Komentar