SEJARAH ASIA TENGGARA : "PERUBAHAN SISTEM EKONOMI TRADISIONAL

RESUME MATERI
 "PERUBAHAN SISTEM EKONOMI TRADISIONAL"
 (Sejarah Asia Tenggara)
 DOSEN PENGAMPU
Adi Priyanto, S.E, M.Pd 

Penyusun
Rhamanda Yudha Pratomo 
NIM : 2510007722005

 
 
I. GAMBARAN EKONOMI TRADISIONAL
 
Sebelum kedatangan bangsa Eropa, masyarakat Asia Tenggara memiliki sistem ekonomi yang bersifat:
 
1. Subsisten: Ekonomi yang berorientasi untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri atau keluarga, bukan untuk dijual secara besar-besaran.
2. Bertumpu pada Alam: Mata pencaharian utama adalah pertanian, perkebunan, perikanan, dan hasil hutan.
3. Sistem Barter: Transaksi jual beli masih menggunakan barang tukar barang, meskipun uang logam atau uang lokal sudah ada namun penggunaan terbatas.
4. Gotong Royong: Sistem kerja yang bersifat tolong-menolong dalam mengerjakan lahan pertanian atau membangun rumah (contoh: sambatan, rewang).
5. Perdagangan Lokal & Regional: Perdagangan bersifat terbuka dan saling menguntungkan antara pedagang lokal dan asing (India, Cina, Arab).
 
 
 
II. FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN
 
Menurut Wiwid Prasetiyo, perubahan besar terjadi setelah kedatangan bangsa Barat yang membawa sistem ekonomi kapitalis. Faktor utamanya adalah:
 
1. Motivasi Pencarian Keuntungan: Bangsa Eropa datang bukan hanya untuk berdagang biasa, tapi mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented).
2. Monopoli Perdagangan: Pihak kolonial berusaha menguasai satu jenis komoditas agar bisa menentukan harga sendiri dan menghilangkan persaingan.
3. Permintaan Pasar Dunia: Meningkatnya kebutuhan akan rempah-rempah, kopi, teh, dan karet di Eropa mengubah fungsi lahan.
 
 
 
III. BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SISTEM EKONOMI
 
Berdasarkan penjelasan Andri Yanto, terjadi pergeseran fundamental dalam cara masyarakat bekerja dan mencari nafkah, antara lain:
 
A. Perubahan dari Pertanian Subsisten ke Perkebunan
 
- Dulu: Lahan digunakan untuk menanam padi atau makanan pokok untuk dimakan sendiri.
- Sesudah: Lahan dialihfungsikan menjadi perkebunan besar (plantation) untuk menanam tanaman ekspor seperti kopi, teh, tebu, nila, dan karet yang hasilnya dikirim ke Eropa.
 
B. Munculnya Sistem Pajak dan Uang
 
- Dulu: Kewajiban rakyat kepada raja/penguasa berupa hasil bumi atau tenaga kerja secara alamiah.
- Sesudah: Diperkenalkan sistem pembayaran menggunakan uang tunai. Rakyat dipaksa menanam komoditas tertentu agar bisa mendapatkan uang untuk membayar pajak (contoh: Sistem Cultuurstelsel atau Tanam Paksa).
 
C. Pergeseran Sektor Perdagangan
 
- Dulu: Pedagang bebas menjual kepada siapa saja dengan harga yang disepakati.
- Sesudah: Rakyat dilarang menjual hasil bumi kepada bangsa lain selain penjajah. Harga ditentukan sepihak oleh penjajah yang sangat merugikan petani/pedagang lokal.
 
D. Perubahan Sistem Kerja
 
- Dulu: Kerja bersifat sukarela dan gotong royong.
- Sesudah: Muncul sistem kerja paksa atau upah murah (Kerja Rodi, Kuli Kontrak) untuk membangun infrastruktur dan tambang demi kepentingan ekonomi penjajah.
 
 
 
IV. DAMPAK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
 
Menurut kedua referensi tersebut, perubahan ini membawa dampak ganda:
 
Dampak Negatif:
 
- Kemiskinan dan kelaparan meningkat karena lahan pertanian padi berkurang.
- Eksploitasi sumber daya alam dan manusia yang berlebihan.
- Hilangnya kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
 
Dampak Positif (Tidak Sengaja):
 
- Masyarakat mulai mengenal sistem ekonomi uang dan pasar modern.
- Dibangunnya jalan raya, rel kereta api, dan pelabuhan yang memudahkan transportasi.
- Munculnya kelas pedagang baru dan lapangan kerja baru (meski dengan kondisi berat).
 
 
 
V. KESIMPULAN
 
Terjadi transformasi besar-besaran dari Ekonomi Berorientasi Kebutuhan menjadi Ekonomi Berorientasi Keuntungan dan Pasar Global. Sistem tradisional yang egaliter dan terbuka perlahan berubah menjadi sistem ekonomi yang tertutup, monopoli, dan eksploitatif demi kepentingan negara induk di Eropa. Perubahan inilah yang menjadi dasar struktur ekonomi Asia Tenggara hingga masa kemerdekaan.
 
 
 
Sumber Referensi:
 
- Prasetiyo, Wiwid. Sejarah Ekonomi dan Sosial Asia Tenggara.
- Yanto, Andri. Dampak Kolonialisme Terhadap Struktur Masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMPULAN NASKAH MENDONGENG FLS3N 2026 UNTUK JENJANG SD

NASKAH PANTOMIM FLS3N 2026 UNTUK SDN 21 PAYAKUMBUH

NASKAH PANTOMIM FLS3N 2026 UNTUK SDN 16 PAYAKUMBUH