SEJARAH ASIA TENGGARA: "CANDI BOROBUDUR"
Resume MATERI
Mata kuliah : SEJARAH ASIA TENGGARA
"CANDI BOROBUDUR"
ADI PRIYANTO, S.E, .M.Pd
Penyusun oleh :
Rhamanda Yudha Pratomo
NIM : 2510007722005
I. IDENTITAS DAN LETAK
Nama: Candi Borobudur
Lokasi: Magelang, Jawa Tengah – Indonesia
Pembangun: Dinasti Syailendra
Waktu Pembangunan: Sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi
Aliran Agama: Buddha Mahayana
Menurut Wiwid Prasetiyo, Borobudur bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan sebuah bukti kejayaan peradaban Asia Tenggara yang mampu menandingi kemegahan bangunan di India maupun Tiongkok pada masanya.
II. ARSITEKTUR DAN FILOSOFI BANGUNAN
Berdasarkan penjelasan Andri Yanto, struktur bangunan Borobudur dirancang dengan konsep kosmologi Buddha yang menggambarkan alam semesta. Bangunan ini dibagi menjadi tiga tingkat, yang melambangkan perjalanan jiwa menuju pencerahan:
1. Kamadhatu (Alam Keinginan)
- Terletak di bagian paling bawah.
- Melambangkan dunia manusia yang masih terikat oleh hawa nafsu, dosa, dan keinginan duniawi.
- Di sini terdapat 1.292 panel relief dan 200 stupa yang menceritakan kehidupan sehari-hari dan hukum karma.
2. Rupadhatu (Alam Bentuk)
- Terletak di bagian tengah (dinding dan lorong).
- Melambangkan manusia yang sudah mulai bisa meninggalkan nafsu, namun masih terikat oleh bentuk dan rupa.
- Di sini terdapat banyak relief yang menceritakan kisah Jataka (cerita kehidupan lampau Sang Buddha) dan Lalitavistara.
3. Arupadhatu (Alam Tanpa Bentuk)
- Terletak di bagian paling atas berupa pelataran dan stupa induk.
- Melambangkan alam surga atau tingkat tertinggi di mana manusia sudah bebas dari ikatan duniawi dan bentuk fisik.
- Terdapat 72 stupa berlubang yang berisi arca Buddha di dalamnya, dan satu stupa induk besar di tengah sebagai puncaknya.
III. MAKNA NAMA DAN FUNGSI
Menurut Wiwid Prasetiyo, nama "Borobudur" diperkirakan berasal dari kata "Vihara Buddha Ur" yang berarti "biara atau tempat suci Buddha yang terletak di atas bukit".
Fungsi Utama:
1. Tempat pemujaan dan ziarah bagi umat Buddha.
2. Tempat meditasi untuk mencapai pencerahan.
3. Sebagai monumen untuk memuliakan Sang Buddha dan menyebarkan ajaran Mahayana.
IV. KEBESARAN DAN KERUMITAN
Andri Yanto menekankan bahwa kehebatan Borobudur terletak pada:
- Teknik Bangunan: Menggunakan sistem kunci batu (pasangan kancing dan lubang) tanpa menggunakan semen, namun sangat kokoh menahan gempa dan zaman.
- Seni Ukir: Memiliki lebih dari 2.600 panel relief yang jika disusun memanjang akan mencapai panjang 6 km. Ini adalah "buku bergambar" terbesar di dunia.
- Simbolisme: Setiap sudut bangunan memiliki hitungan matematika dan filosofi agama yang sangat presisi.
V. PERAN DALAM SEJARAH ASIA TENGGARA
Borobudur menjadi bukti nyata bahwa:
- Kawasan Asia Tenggara pada masa lampau memiliki kemampuan teknologi, seni, dan intelektualitas yang sangat tinggi.
- Adanya pertukaran budaya yang intens antara Nusantara dengan India (pengaruh agama dan seni bangunan), namun hasil akhirnya adalah karya orisinal khas Nusantara.
- Menjadi simbol persatuan dan identitas budaya Asia Tenggara yang diakui dunia (Situs Warisan Dunia UNESCO).
VI. KESIMPULAN
Candi Borobudur adalah mahakarya agung yang tidak ternilai harganya. Sebagai warisan dunia, candi ini membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Asia Tenggara memiliki pemikiran yang sangat luas tentang agama, seni, arsitektur, dan alam semesta.
Sumber Referensi:
- Prasetiyo, Wiwid. Sejarah Kebudayaan dan Peninggalan Sejarah Nusantara.
- Yanto, Andri. Sejarah Asia Tenggara: Zaman Klasik.
Komentar
Posting Komentar