NASKAH MENDONGENG : GONJONG YANG TETAP TEGAK

JUDUL: GONJONG YANG TETAP TEGAK
 
Tema: Tanggung Jawab Bangsa
Latar: Sumatera Barat
Karya : Rhamanda Yudha Pratomo 
 
 
(Pembukaan: Suara tegas, berwibawa, dan penuh semangat)
 
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi, sahabat Indonesia yang budiman!
 
Indonesia ini ibarat sebuah taman bunga yang sangat indah. Setiap daerah adalah jenis bunga yang berbeda, warnanya berbeda, baunya pun berbeda, namun bersatu menjadi keindahan yang luar biasa.
 
Hari ini, mari kita berkunjung ke tanah ranah Minang, Sumatera Barat. Di sini, angin berhembus sejuk di kaki Gunung Marapi, dan di setiap sudut nagari, tersimpan pesan besar tentang sebuah kata: TANGGUNG JAWAB.
 
 (Suara menjadi lembut namun mendalam)
 
Dahulu kala, di sebuah lembah hijau, berdiri kokoh sebuah Rumah Gadang. Atapnya runcing menjulang ke langit, disebut gonjong. Orang-orang di sana hidup rukun, bekerja keras, dan saling menyayangi.
 
Namun, zaman terus berputar. Angin perubahan bertiup kencang. Banyak hal baru yang datang, gaya hidup modern mulai masuk, dan perlahan-lahan, banyak anak muda yang mulai lupa pada cara nenek moyang mereka.
 
Suatu hari, atap Rumah Gadang itu mulai terlihat rapuh. Ukiran-ukirannya mulai pudar, dan tiang-tiangnya mulai goyah. Seorang tetua adat memanggil seluruh pemuda desa.
 
Ia berkata, "Anak-anakku, lihatlah rumah ini. Ini bukan sekadar kayu dan batu. Ini adalah identitas kita. Jika rumah ini rubuh, maka lenyaplah sejarah kita. Jika kita tidak menjaganya, siapa lagi yang akan melakukannya?"
 
Para pemuda itu terdiam. Mereka baru sadar, memiliki budaya yang indah itu satu hal, tapi bertanggung jawab merawatnya adalah hal lain.
 
 (Suara menjadi tegas dan penuh makna)
 
Maka, berkumpullah mereka semua. Mereka mengingat pepatah lama yang diajarkan leluhur:
 
"Barek dipikul samo dipikul, ringan dijinjing samo jinjing."
(Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.)
 
Mereka sadar, menjadi bagian dari bangsa ini berarti memiliki Tanggung Jawab Bangsa.
Apa itu tanggung jawab?
 
1. Tanggung jawab untuk Mengetahui: Tidak boleh bodoh tentang sejarah dan budaya sendiri.
2. Tanggung jawab untuk Menjalankan: Menghormati adat, berperilaku sopan, dan jujur.
3. Tanggung jawab untuk Meneruskan: Membawa nama baik daerah ke mana pun kita pergi.
 
Sejak hari itu, mereka bekerja sama. Mereka memperbaiki ukiran, mereka mempelajari kembali syair-syair pantun, dan mereka berjanji untuk tidak membiarkan budaya mereka hilang ditelan zaman.
 
Mereka mengerti, Sumatera Barat yang maju akan membuat Indonesia semakin kuat. Kekayaan budaya mereka adalah aset berharga bagi seluruh bangsa.
 
 
(Penutup: Suara penuh keyakinan)
 
Hadirin sekalian,
 
Cerita Gonjong yang Tetap Tegak ini mengajarkan kita bahwa:
Menjadi anak bangsa bukan hanya soal lahir di bumi ini, tapi soal kesediaan kita untuk merawatnya.
 
Tanggung jawab bangsa berawal dari diri sendiri, berawal dari kampung halaman.
Jika kita menjaga budaya kita, maka dunia akan menghormati kita.
Jika kita mencintai daerah kita, maka kita sesungguhnya sedang mencintai Indonesia.
 
Mari kita pegang teguh tanggung jawab ini, agar negeri ini tetap berdiri gagah, seperti Rumah Gadang yang kokoh di tengah badai.
 
 (Akhir Kata)
 
Demikianlah dongeng dari Sumatera Barat.
Semoga kita semua menjadi generasi yang bertanggung jawab.
 
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMPULAN NASKAH MENDONGENG FLS3N 2026 UNTUK JENJANG SD

NASKAH PANTOMIM FLS3N 2026 UNTUK SDN 21 PAYAKUMBUH

NASKAH PANTOMIM FLS3N 2026 UNTUK SDN 16 PAYAKUMBUH