PENGANTAR IPS : BAB 2 "PERKEMBANGAN PENDIDIKAN IPS".
Dosen Pengampu : ADI PRIYANTO, S.E, M.Pd
Mata Kuliah : PENGANTAR IPS
Di Resume : RHAMANDA YUDHA PRATOMO
NIM : 2510007722005
A. PENJELASAN
Ringkasan Perkembangan Pendidikan IPS Menurut Dr. Eka Susanti, M.PdDr. Eka Susanti, M.Pd, seorang pakar pendidikan IPS, membahas perkembangan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) secara mendalam dalam bukunya Konsep Dasar IPS (diterbitkan oleh CV. Widya Puspita, 2018). Buku ini menelusuri evolusi IPS dari perspektif global hingga konteks Indonesia, dengan penekanan pada tujuan pendidikan kewarganegaraan, integrasi ilmu sosial, dan adaptasi terhadap perubahan sosial. Berikut adalah ringkasan utama berdasarkan pembahasan dalam bukunya, yang terstruktur dalam Bab II tentang "Perkembangan Pendidikan IPS".Perkembangan IPS di Negara LainMenurut Dr. Eka Susanti, perkembangan IPS dapat ditelusuri dari karya David H. Saxe berjudul Social Studies in Schools: A History of the Early Years. IPS bermula sebagai respons terhadap tantangan sosial di negara-negara Barat:Awal Mula di Inggris (Abad 19): IPS pertama kali muncul pada 1827 sebagai upaya menanggapi dampak industrialisasi, yang menyebabkan perubahan sosial dan ekonomi. Pendidikan IPS dirancang untuk membekali siswa dengan pemahaman tentang masyarakat industri, termasuk geografi, sejarah, dan ekonomi dasar .
B. PEMBAHASAN
Perkembangan di Amerika Serikat (Awal Abad 20): Pada 1916, IPS diperkenalkan secara formal di sekolah-sekolah AS untuk menyatukan warga pasca-Perang Saudara. Konsep social studies pada 1930-an mengintegrasikan ilmu-ilmu sosial (seperti sosiologi, antropologi, dan politik) untuk tujuan pendidikan kewarganegaraan. Pada 1960-an, gerakan New Social Studies menekankan pendekatan inquiry-based learning, di mana siswa aktif meneliti isu sosial. Hingga 1970-an, fokus bergeser ke proses penelitian dan keterampilan berpikir kritis .
C. FAKTOR-FAKTOR PERKEMBANGAN IPS
Faktor Penggerak Global: Dr. Eka Susanti menyoroti bahwa IPS berkembang sebagai solusi untuk konflik multikultural dan instabilitas politik, mirip dengan kondisi di banyak negara. IPS bukan ilmu mandiri, melainkan sintesis dari ilmu sosial yang disesuaikan untuk pendidikan, dengan tujuan membentuk warga yang bertanggung jawab.
Perkembangan IPS di Indonesia Dr. Eka Susanti menjelaskan bahwa IPS di Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui dinamika sejarah nasional, dipengaruhi oleh kolonialisme, kemerdekaan, dan reformasi pendidikan. Latar belakang utamanya adalah situasi politik kacau pasca-kemerdekaan, keragaman budaya (multikulturalisme), dan risiko konflik sosial, yang membuat IPS menjadi alat pendidikan Pancasila .
Era Pra-Kemerdekaan (Sebelum 1945): Pendidikan sosial dipengaruhi sistem kolonial Belanda, di mana mata pelajaran seperti sejarah dan geografi diajarkan secara terpisah untuk mendukung administrasi kolonial. Tidak ada konsep IPS terintegrasi, melainkan fokus pada pengetahuan Eropa-sentris.Masa Awal Kemerdekaan (1945-1960-an): IPS mulai diperkenalkan pada 1970-an sebagai respons terhadap instabilitas nasional. Kurikulum 1975 mengintegrasikan IPS di tingkat SD dan SMP untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, menghadapi keragaman etnis dan budaya.
D. TUJUAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN IPS
Tujuannya adalah membentuk karakter nasional di tengah ancaman disintegrasi .Era Orde Baru (1970-an-1990-an): Perkembangan signifikan terjadi dengan Kurikulum 1975 dan 1994, di mana IPS menjadi mata pelajaran wajib. Fokus pada integrasi ilmu sosial untuk pendidikan kewarganegaraan, termasuk topik seperti ekonomi, sosiologi, dan lingkungan. Dr. Susanti menekankan bahwa periode ini menitikberatkan pada proses penelitian siswa, meski masih berorientasi hafalan .
Reformasi dan Pasca-Reformasi (2000-an-Sekarang): Dengan Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013, IPS berevolusi menjadi lebih kontekstual, mengintegrasikan literasi digital dan isu global seperti revolusi industri 4.0. Kurikulum Merdeka (2022-sekarang) menekankan fleksibilitas, dengan IPS yang relevan terhadap tantangan kontemporer seperti lingkungan dan multikulturalisme. Dr. Susanti menyatakan bahwa masa depan IPS harus menghadapi literasi digital, di mana siswa belajar berinteraksi dengan masyarakat melalui teknologi, sambil mempertahankan nilai-nilai lokal .
E. KESIMPULAN :
Tujuan dan Relevansi Pendidikan IPS Menurut Dr.Eka Susanti, M.Pd :
menegaskan bahwa perkembangan IPS bertujuan mengembangkan potensi siswa sesuai bakat, minat, dan lingkungan, sebagai bekal untuk kehidupan bermasyarakat. IPS membentuk pemahaman tentang interaksi manusia-lingkungan, budaya, dan pemerintahan, serta mendorong keterampilan kritis untuk menghadapi konflik sosial. Dalam Indonesia, IPS berperan signifikan dalam pembentukan identitas bangsa, terutama di tengah keragaman Minangkabau dan isu perempuan (seperti historiografi perempuan Indonesia yang Anda minati) .Ringkasan ini didasarkan pada buku Konsep Dasar IPS dan sumber terkait. Untuk detail lebih lanjut, saya sarankan membaca buku asli Dr. Susanti atau sumber primer lainnya, karena perkembangan IPS terus beradaptasi dengan kebijakan terkini seperti Kurikulum Merdeka.
Komentar
Posting Komentar