PENGANTAR KONSEP DASAR IPS : BAB 1 "KONSEP PENDIDIKAN IPS"
Di resume : Rhamanda Yudha Pratomo
Dari buku referensi : KONSEP DASAR IPS ( Dr.Eka Susanti, M.Pd dan Henni Endayani, M.Pd )
NIM : 2510007722005
DOSEN PENGAMPU : Adi Priyanto, S.E, M.Pd.
Menurut Dr. Eka Susanti, IPS bukanlah ilmu mandiri seperti sosiologi atau geografi, melainkan sintesis dari berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora yang disederhanakan, diadaptasi, dan dimodifikasi untuk kebutuhan pembelajaran. Definisi ini dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan:Versi Pendidikan Dasar dan Menengah: IPS adalah penyederhanaan atau adaptasi dari ilmu-ilmu sosial (seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, dan politik) serta kegiatan dasar manusia, yang diorganisasikan secara ilmiah, pedagogis, dan psikologis untuk tujuan pendidikan. Tujuannya adalah membentuk pemahaman siswa tentang kehidupan sosial secara holistik .Versi Pendidikan Tinggi: Lebih menekankan seleksi konsep-konsep inti dari ilmu sosial yang disajikan secara ilmiah dan psikologis, dengan fokus pada pengembangan keterampilan analisis mendalam.Dr. Susanti juga merujuk definisi ahli lain untuk memperkaya konsep ini, seperti:
Maryani: IPS sebagai bahan kajian terpadu yang merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi, dan modifikasi konsep serta keterampilan dari disiplin sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, politik, dan ekonomi, diorganisasikan untuk pembelajaran .
Banks: IPS sebagai bagian kurikulum sekolah yang bertujuan mendewasakan siswa agar mampu berpartisipasi aktif dalam masyarakat demokratis.IPS dianggap sebagai "ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan," mengadopsi gagasan Edgar Wesley (1937) tentang social studies .2. Sejarah dan Perkembangan Pendidikan IPS di IndonesiaDr. Susanti menelusuri evolusi IPS dalam konteks Indonesia, yang dipengaruhi perkembangan social studies global (terutama dari National Council for the Social Studies/NCSS di AS):
2. Sejarah dan Perkembangan Pendidikan IPS di Indonesia
Dr. Susanti menelusuri evolusi IPS dalam konteks Indonesia, yang dipengaruhi perkembangan social studies global (terutama dari National Council for the Social Studies/NCSS di AS):Tahun 1945-1964: Istilah IPS belum dikenal secara formal. Pembelajaran bersifat terintegrasi, mirip social studies, dengan fokus pada transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission). Materi diambil dari sejarah, geografi, dan ekonomi, tetapi belum menjadi mata pelajaran mandiri .Tahun 1975 dan Setelahnya: IPS resmi menjadi mata pelajaran terintegrasi di kurikulum nasional untuk SD dan SMP, menggabungkan sejarah, geografi, ekonomi, serta elemen sosiologi dan politik. Ini disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.
a. Era Kurikulum Modern:
Sejak Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, kurikulum beralih ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada 2006, dengan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) diatur dalam Permendiknas No. 22 dan 23/2006. IPS kini lebih fleksibel, menekankan pengembangan kompetensi siswa secara kontekstual .Perkembangan ini menunjukkan IPS sebagai alat pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan nasional, dari pendekatan terpusat ke desentralisasi.
b. Ruang Lingkup, Tujuan, dan Hubungan dengan Ilmu SosialRuang Lingkup:
IPS mencakup konsep-konsep pilihan dari cabang ilmu sosial (sosiologi, antropologi, geografi, ekonomi, sejarah, ilmu politik) yang diolah berdasarkan prinsip pendidikan dan didaktik. Ini bukan sekadar pengetahuan faktual, tapi juga keterampilan sosial untuk memahami interaksi manusia dengan lingkungan .Tujuan: Membentuk siswa yang kritis, bertanggung jawab, dan siap menjadi warga negara baik. IPS bertujuan mendewasakan siswa melalui pemahaman fenomena sosial, pengembangan sikap demokratis, dan keterampilan berpikir spasial-temporal.
c. Hubungan dengan Ilmu Sosial:
IPS adalah sub-disiplin yang bergantung pada ilmu sosial utama. Dr. Susanti menekankan bahwa materi IPS dipilih dan disesuaikan dengan tujuan pengajaran, bukan replikasi langsung dari disiplin asal. Contoh: Dari geografi, IPS ambil konsep ruang dan lingkungan; dari ekonomi, konsep produksi dan distribusi .
d. Pendekatan Pengorganisasian Materi IPS
Dr. Susanti membahas berbagai pendekatan dalam mengorganisasikan materi IPS untuk pembelajaran efektif:Pendekatan Terpisah (Separated Subject/Disciplinary Model): Materi diajarkan secara terpisah per disiplin (misalnya, bab sejarah terpisah dari geografi), cocok untuk pengenalan konsep dasar .Pendekatan Antar-Disiplin: Mengintegrasikan elemen dari berbagai disiplin, dengan guru berkolaborasi lintas bidang untuk menyajikan topik kompleks seperti isu lingkungan yang melibatkan geografi dan ekonomi .Pendekatan Lain: Termasuk model integratif yang menyesuaikan dengan kurikulum, menekankan strategi pembelajaran yang melahirkan model-model seperti tematik atau berbasis masalah.Pendekatan ini dirancang untuk membuat IPS relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, dengan penekanan pada aspek psikologis dan pedagogis.
3. Tradisi Pembelajaran IPS
Dr. Susanti membahas IPS sebagai transmisi kewarganegaraan (citizenship transmission), di mana pembelajaran difokuskan pada pembentukan nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan partisipasi sosial. Ini mencakup model interaksi guru-murid yang mendukung pengelolaan ruang kelas efisien, seperti pendekatan interaksi yang membandingkan perilaku dominatif vs. integratif .
4. KARAKTERISTIK PEDIDIKAN IPS
Secara akademik bisa dapat diformulsikan sebagai berikut :
a. Ilmu pengetahuan sosial merupakan gabungan dari unsur-unsur geografi, sejarah, ekonomi, hukum dan politik, kewarganegaraan, sosiologi, bahkan juga humaniora, pendidikan dan agama.
b. Standar kompetensi dan kompetensi dasar IPS berasal dari struktur keilmuan geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi pokok bahasan atau tema.
5. TUJUAN PENDIDIKAN IPS
Adalah mengembangkan potensi peserta didik agar peka terhadap masalah sosia yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi perbaikan segala ketimpangan yang terjadi dan melatih keterampilan untuk mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa diri sendiri atau masyarakat.
6. PERBEDAAN ANTARA ILMU-ILMU SOSIAL ( Social Sciences ) DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ( Social Studies )
* Ilmu Sosial ( social sciences ) : dapat diartikan sebagai semua ilmu pengetahuan mengenai manusia dalam konteks sosialnya atau sebagai anggota masyarakat.
* Pengetahuan Sosial ( Social Studies ) : mata pelajaran yang menggunakan bahan ilmu-ilmu sosial untuk mempelajari hubungan manusia dalam masyarakat dan manusia sebagai anggota masyarakat.
Komentar
Posting Komentar