PENGANTAR ILMU SEJARAH : GUNA SEJARAH
Dari buku referensi : Kuntowijoyo ( Pengantar ilmu sejarah )
NIM : 2510007722005
DOSEN PENGAMPU : Fikrul Hanif Sufyan, M.Pd
A. Pengertian Fungsi Sejarah Secara Intrinsik dan Ekstrinsik
Sejarah sebagai disiplin ilmu memiliki fungsi yang luas, yang dapat dibedakan menjadi dua kategori utama: intrinsik dan ekstrinsik. Fungsi intrinsik berfokus pada nilai dan tujuan sejarah itu sendiri, tanpa kaitan eksternal, sementara fungsi ekstrinsik menekankan penerapan sejarah dalam konteks kehidupan sosial, pendidikan, dan ilmu pengetahuan lainnya. Pembagian ini dikemukakan oleh para ahli seperti Sartono Kartodirdjo, yang melihat sejarah sebagai sumber pengetahuan dengan fungsi khusus. Berikut penjelasan mendetail berdasarkan konsep-konsep utama.
* Fungsi Intrinsik
Sejarah Fungsi intrinsik merujuk pada kegunaan sejarah yang inheren atau melekat pada dirinya sendiri, seperti peran sejarah sebagai ilmu pengetahuan mandiri. Ini mencakup aspek internal yang memungkinkan sejarah berkembang sebagai kajian otonom. Menurut sumber-sumber terpercaya dari buku Kuntowijoyo, ada empat fungsi utama intrinsik:
1. Sejarah sebagai Ilmu Disiplin
Sejarah berfungsi sebagai disiplin ilmiah yang sistematis
untuk memahami peristiwa masa lalu, tokoh, dan perubahan sosial. Ini membantu mengungkap asal-usul fenomena atau tradisi, serta memuaskan rasa ingin tahu manusia. Sebagai ilmu, sejarah terus berkembang melalui perspektif filsafat, menciptakan narasi baru yang obyektif .
2. Sejarah sebagai Cara Mengetahui Masa Lalu
Sejarah menyediakan alat untuk merekonstruksi peristiwa historis, termasuk kronologi dan konteksnya. Ini berguna untuk memahami evolusi masyarakat, seperti bagaimana peradaban berkembang lintas generasi, dan menjadi warisan pengetahuan .
3. Sejarah sebagai Pernyataan Pendapat
Melalui interpretasi fakta, sejarah memungkinkan penyusunan opini atau pandangan tentang masa lalu. Ini melibatkan analisis subyektif yang didasari bukti, sehingga sejarah bukan hanya fakta kering, melainkan narasi yang mencerminkan perspektif penulis atau sejarawan .
4. Sejarah sebagai Profesi
Sejarah membuka peluang karir bagi para ahli, seperti peneliti, penulis, atau pengajar sejarah. Siapa pun dapat mendalami ilmu ini untuk menjadi profesional di bidangnya, yang mendukung pengembangan keilmuan secara berkelanjutan .Fungsi intrinsik ini menekankan sejarah sebagai entitas mandiri yang dapat dipelajari oleh siapa saja, tanpa bergantung pada aplikasi luar .
* Fungsi Ekstrinsik
Sejarah Fungsi ekstrinsik menyoroti kegunaan sejarah di luar batas kajiannya sendiri, yaitu sebagai alat pendukung untuk ilmu dan kehidupan sehari-hari. Sejarah di sini berperan sebagai "ilmu bantu" yang memberikan manfaat praktis bagi perkembangan moral, sosial, dan intelektual. Menurut Kuntowijoyo dan ahli lain, fungsi ini mencakup delapan aspek utama:
1. Sebagai Pendidikan Moral
Sejarah mengajarkan nilai-nilai etika melalui teladan tokoh historis, seperti kejujuran atau keadilan, untuk membentuk karakter individu dan masyarakat Sebagai Pendidikan Penalaran
Mempelajari sejarah melatih berpikir kritis dan multidimensi, seperti menganalisis sebab-akibat peristiwa, yang meningkatkan soft skills seperti kesabaran dan analisis
2. Sebagai Pendidikan Politik
Sejarah memberikan pelajaran tentang dinamika kekuasaan, konflik, dan pembentukan negara, membantu memahami sistem politik saat ini .Sebagai Pendidikan Kebijakan
Sejarah menjadi rujukan untuk merumuskan kebijakan publik, dengan belajar dari kesalahan masa lalu untuk menghindari pengulangan Sebagai Pendidikan Perubahan
Sejarah menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan, mendorong inovasi dan reformasi sosial .
3. Sebagai Pendidikan Masa Depan
Dengan memahami pola historis, sejarah membantu meramalkan tren masa depan dan membangun peradaban yang lebih baik .Sebagai Latar Belakang dan Rujukan
Sejarah menyediakan konteks untuk ilmu lain, seperti filsafat, seni, atau ilmu eksakta, serta berfungsi sebagai bukti empiris dalam debat atau pengambilan keputusan
4. Sebagai Pendidikan Keindahan (Estetika).
Sejarah seni dan budaya menginspirasi apresiasi keindahan, seperti arsitektur atau sastra historis .Fungsi ekstrinsik ini menjadikan sejarah sebagai liberal education yang bermanfaat bagi semua bidang, termasuk pendidikan, etika, dan ilmu sosial .Secara keseluruhan, fungsi intrinsik memperkaya pemahaman internal sejarah, sementara ekstrinsik memperluas dampaknya ke masyarakat luas.
KESIMPULAN :
Kegunaan Intrinsik
Kegunaan intrinsik di dalam sejarah adalah bahwa sejarah dapat digunakan sebagai ilmu yang keilmuannya dapat dimiliki oleh siapa saja: Siapapun dapat menjadi sejarawan. Kedua di dalam kegunaan intrinsik sejaraah adalah bahwa sejarah dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengetahui di masa lampau, dan ketiga adalah sejarah dapat dipergunakan sebagai profesi, baik itu sejarawan, guru sejarah dan lain sebagainya.
Kegunaan Ekstrinsik
Kegunaan Ekstrinsik di dalam sejarah adalah:
* Sejarah dapat menjadi pendidikan moral
* Sejarah dapat dipakai sebagai pendidikan penalaran
* Sejarah dapat digunakan sebagai pendidikan perubahan
Di dalam sejarah sebagai pendidikan moral, ia dapat menjadi pendidikan yang dapat menilai mana yang buruk, baik, salah maupun yang benar. Kedua sejarah dipakai pendidikan penalaran maksudnya adalah sejarah dapat mengetahui latar belakang peristiwa yang dapat membuka penalaran seseorang ketika belajar sejarah, terakhir dalam pendidikan perubahan bahwa sejarah dapat mengetahui tentang manusia dan perubahan yang pernah dilakukan oleh manusia.
Selain ketiga hal yang telah disebutkan, fungsi ekstrinsik sejarah dapat dipergunakan sebagai pendidikan politik, sebagai pendidikan kebijakan, sebagai pendidikan masa depan, dan lain sebagainya.
Komentar
Posting Komentar